Minggu, 16 Februari 2014

Yang terlupakan....

Tangerang ....

Sok sibuk... mungkin itu adalah kata-kata yang tepat ...setelah sekian lama saya gak menyentuh blog ini.
Terakhir menulis setelah Arkan lahir.... and guest what... dalam hitungan beberapa  hari kedepan saya akan melahirkan anak ke 3....

Dulu saya suka heran sama keluarga yang anaknya banyak dan masih kecil-kecil, ternyata sekarang saya yang mengalami hal tersebut.... hufh.....bener-bener gak nyangka....

Saya tahu saya sedang  hamil ketika Arkan berusia 1th ... dan sekarang usia Arkan 1 th 9 bln... ya Allah dia masih sangat kecil untuk jadi seorang kakak... tapi semua sudah menjadi kehendak illahi...  yg harus dilakukan sekarang mengatur waktu...  mengatur mental...  menyiapkan segala sesuatunya...  love  my kids Muhammad Akmal Ahza Putra... Arkan Mahira Dzikra Dinata...  and my future baby boy.....  ������

Jumat, 20 Juli 2012

Arkan Mahira Dzikra Dinata

Perjalanan kehamilan yang sangatt panjang... bagaimana nggak tanggung jwab sebagai guru kelas 6 membuat masa2 kehamilan begitu penuh perjuangan. Untung janin dikandungan tErmasuk anak yang kuat... naik turun tangga... Ujian Nnal Smpai kegiatan perpisahan kls 6 berhasil qta lewati bersama-sama... dan yang paling luar biasa jabang bayi itu lahir tepat 4 hri setelah acara prpisahan itu.... Luarrrrr Bisaaaa :D

Tanggal 29 Mei 2012 pukul 09.05 WIB  akhirnya lhir juga jagoan ke 2 yng kami bri nama ARKAN MAHIRA DZIKRA DINATA... bayi lki2 yang sehat dan empurna dgn berat 3,4 Kg.. panjang 54 Cm... Yang hebatnya walaupun prediksi dokter hrus cesar tapi ternyata baby Arkan anak yg kuat n' hebat... Walaupun posisi kepala msh tinggi saat pmebukaan 7 tetapi dy pintar mencari jalan keluar hehehehe  

Kamis, 31 Maret 2011

Surat Untuk Suamiku...

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Yang tercinta kekasih hatiku...

Suamiku malam ini aku tak sabar menanti fajar.....ingin rasanya cepat-cepat bertemu pagi.... Aneh rasanya hati ini.... sebentar senang tapi deg-degan .... uhh jantung ini tidak henti-hentinya berdegup kencang... rasanya seperti saat akan berjumpa pertama kali .... suamiku... hampir dua bulan kita hanya bersua suara,, melalui lisan dan tulisan tanpa pernah bertatap muka..... sedih rasanya hati ini, tapi aku sadar ini semua demi kita .... masa depan kita dan anak-anak kita nanti....:)

Dalam senangku malam ini terbayang olehku bermil-mil jarak yang kau tempuh untuk pulang,, saat seperti ini pintaku satu kepada penciptaku untuk selalu melindungimu dimanapun kau berada.... suamiku sayang jangan pernah lelah untuk kembali pulang... karna kehadiranmu adalah lentera bagiku.... Dulu tak pernah ku bayangkan akan seberat ini terpisah darimu berbulan-bulan .... tapi aku tegar.... aku bahagia karena aku tau dan aku merasakan kasih sayang mu yang tidak pernah putus untukku....berawal ketika kau menikahiku Allah menunjukan kekuasaanNya kepadaku... dengan mengirim engkau sebagai pelengkap hidupku.

Suamiku sayang...... tak sabar rasanya ingin memelukmu erat esok hari...menatap binar coklat bola matamu yang selalu memacarkan kasih sayang untukku.... oh sayang mengapa hitungan jam lebih terasa lama dibandingkan dengan waktu berminggu-minggu yang telah kita lewati,, sekarang aku akan memejamkan mataku  berharap esok akan segera tiba............

Wassalam,
Istrimu

Rabu, 30 Maret 2011

Ternyata Cinta

12 September

 Jika aku ingat tanggal itu terasa ingin tertawa sendiri.... bagaimana bisa aq berani bertemu dengan orang asing (yang kini menjadi suamiku) di  Mall besar di sebuah kota kecil. Aneh dan lucu... masih terbayang olehku bagaimana wajah kami berdua pada saat bertemu...iya pertemuan yang begitu singkat namun juga sangat berkesan.  Sejak pertama bertemu aku sangat mengagumi matanya terlihat dengan jelas bola matanya yang coklat terbingkai dengan kacamata bermerk yang ia kenakan.... ah tampannya kamu suamiku..... :) berkenalan kemudian bertemu denganmu benar-benar menjadi "obat" untukku d tengah kegalauan hidup yang aku rasakan saat itu. Ia menjadi seperti pahlawan dalam kehidupanku. Terbesit dibenakku setelah pertemuan ini ia tidak akan pernah menghubungiku lagi...bukan pesimis tapi ya... aku cukup sadar diri aku... wanita sangat biasa.. tidak terlalu cantik.... tidak putih.. seperti wanita-wanita yang banyak aku lihat lalu lalang d mall. Sampai akhirnya pertemuan tanggal itu menjadi sangat berarti......... hingga akhirnya kami menikah... iya aku dan kamu dalam satu ikatan suci "Pernikahan" dan aku bahagia.
 
Namun demikian tinggal berjauhan dari suami yang bekerja diluar kota memang bukan lah hal yang mudah... segala sesuatu harus saya kerjakan sendiri. Jika istri-istri yang lain mungkin bsa dengan mudah mendapatkan perhatian dari suami mereka tersayang apabila sedang sakit, atau butuh teman berbicara mungkin mereka bsa dengan mudah mendapatkan perhatian dari suami mereka. Lalu bagaimana dengan saya ???  Banyak yang menanyakan bagaimana bisa hidup berjauhan dengan suami dan hanya bertemu satu atau dua bulan sekali...???   "Itulah kehidupan" jawabku... selama , kita masih bernafas kita selalu dihadapi pada dua pilihan, dan inilah jalan kehidupan yang aku  pilih bersama suami saya tercinta... walaupun sangat ingin rasanya memeluknya setiap hari, bertemu dengannya, melihat senyumnya, menjamunya saat pulang ke rumah tapi...... ikhlas itu yang paling utama. Semua mimpi-mimpi itu harus dengan ikhlas tidak aku jalani sekarang.

Seandainya..... seandainya...... seandainya......!!! aku hapus dengan segera kata-kata itu dari benakku, mengapa mengandai-andai apabila sekarang saat ini yang sedang aku jalani   aku bisa menjalaninya dengan baik tanpa perlu berandai-andai. Aku terima pilihanku dan pilihan suamiku ... pilihan kami harus terpisah sementara dalam lini waktu yang menurutku tidaklah lama (salah satu caraku menguatkan hati).

Selasa, 29 Maret 2011

Guruku yang Sesungguhnya

Dulu menjadi seorang guru adalah pilihan terakhir buatku  .... menyedihkan memang. Ibu ku adalah seorang guru senior yang sudah 30 tahun lebih mengabdi sebagai kuli pemerintah.... dan selama aku bersamanya baru dengan kebijakan Tunjangan Profesional guru dia baru merasa bahwa pekerjaannya dihargai. Sejak aku kecil aku merasakan sulitnya menjadi seorang guru yang tidak hanya harus mampu mengatur dirinya sendiri namun juga mengatur serta menjadi panutan bagi anak-anak yang menjadi siswanya...sungguh tidak pernah terbesit sedikitpun dibenakku aku akan mengikuti jejak ibuku, walaupun sebenarnya menurut ibuku  bakatku menjadi seorang guru  sudah terlihat sejak dahulu.... ibuku memang ada-ada saja... aku akui dialah guruku sebenarnya... dialah yang mengajariku tentang banyak hal... kesabaran...kesetiaan..dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan dan banyak hal positif yang lainnya.. ohh ibu ku sayang mungkin memang jarang ku ungkapkan,,, tapi sungguh aku anakmu sayang sekali padamu ibu....

Memang tanpa Ibu dan aku sadari sedari dulu dia telah melatihku untuk menjadi seorang guru... profesi yang benar-benar tidak pernah aku lirik sebelumnya....

Iya dia Ibuku ... ibu yang selalu mengerti apa mau ku... Ibu yang selalu dan tidak pernah bosan mendengarkan aku.. seperti dia tidak pernah bosan meniti langkahnya mengarungi kehidupan..... dialah Guruku Sesungguhnya...........I love u mom....